Era globalisasi menjadikan dunia menjadi sangat transparan. Globalisasi sendiri bagaikan 'jendela' untuk melihat seluruh kejadian yang terjadi di penjuru dunia. Tidak ada globalisasi tanpa adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Kemajuan teknologi menjadi bagian konsekuensi modernitas dan upaya eksistensi manusia di muka bumi. Era informasi yang telah hadir dihadapan kita ini dapat membawa dampak positif maupun negatif bagi kita yang menerimanya. Bila tanpa inisiatif yang tinggi untuk menyambut datangnya era informasi kita bisa saja menjadi penonton atau bahkan korban. Namun bila kita mampu berada dan ikut menjadi pelaku di dalamnya, kita akan dapat menikmati dan merasakan sisi positif di era informasi yang serba mudah kini.
Tidak dapat kita pungkiri bahwa teknologi sendiri memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Membicarakan masalah teknologi, sebenarnya teknologi apa sih yang pertama kali akan terlintas dalam benak kita? Apakah Ponsel pintar dengan berbagai fitur andalannya? Televisi layar datar dengan kemampuan 3 Dimensinya? Ataukah robot yang mampu melakukan segala pekerjaan rumah maupun produksi dalam waktu singkat?. Yang jelas apapun teknologi yang sedang berkembangsaat ini dan bagaimanapun cara kerjanya sudah tidak asing lagi bagi kehidupan kita yang masuk dalam era globalisasi ini.
Hampir segala sesuatunya sangat bisa dipastikan selalu menggunakan teknologi yang mana dapat memudahkan aktivitas kita sehari-hari. Dampak positif dari perkembangan teknologi ini sangatlah besar, seperti transfer teknologi dari negara maju ke negara berkembang seperti negara kita Indonesia sehingga berdampak pada kemajuan pembangunan di negara Indonesia. Besarnya dampak positif beriringan dengan besarnya dampak negatif yang dirasakan dalam perkembangan teknologi atau era globalisasi ini yaitu mudahnya masyarakat mengakses budaya-budaya yang berasal dari luar negeri tanpa filter yang kuat dari bangsa ini sehingga budaya yang berasal dari luar sangat mudah masuk dan meracuni generasi bangsa ini.
Tantangan yang justru harus dihadapi adalah sampai sejauh mana kita mampu memadukan perubahan dengan kebudayaan? Bukan dengan menolak kebudayaan global akan tetapi pemahaman dan pengertian kita untuk menerjemahkan perubahan sehingga tidak menimbulkan distorsi.
Kalau kita membicarakan soal kebudayaan, khususnya kita sebagai bangsa Indonesia yaitu bangsa yang besar dengan lebih dari 230 juta penduduknya terdiri dari berbagai macam agama, suku, etnis dan bahasa, dan juga memiliki beragam adat, budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang kita sejak dulu yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Kebudayaan yang ada di indonesia sudah menjadi identitas bangsa yang harus kita perkenalkan secara luas. Kebudayaan yang kita miliki ini mencakup kebudayaan yang Tangible yaitu berupa peninggalan-peninggalan bersejarah seperti candi, artefak, rumah tradisional dan lainnya. Sementara itu kebudayaan intangible berupa kebudayaan yang bersifat non-bendawi diantaranya yaitu Batik, tari daerah, musik daerah, nyanyian daerah. masakan tradisional dan lain sebagainya. Kesadaran untuk mengenal budaya ditanamkan sejak lama melalui pelajaran di tingkat dasar hingga menengah, hanya saja ketika mulai dewasa kesadaran untuk mempelajari budaya dan memperkenalkan kepada dunia luar semakin menipis. Indonesia yang masyarakatnya bersifat konsumtif seringkali dengan mudah mengadopsi budaya-budaya dari luar tanpa memfilternya. hal ini membuat budaya lokal semakin terpinggirkan, karena muncul berbagai anggapan bahwa budaya luar bersifat modern dibandingkan dengan budaya lokal.
Kita sebagai generasi penerus seharusnya bangga dengan khasanah budaya dan nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa kita. Indonesia kaya akan sumber daya alam dan budaya serta keramahtamahan masyarakatnya. Adakah kita berupaya memajukan kebudayaan kita, atau malah membiarkan budaya kita terlindas oleh budaya global? Kebudayaan seringkali dianggap sebagai suatu yang tidak menarik karena memiliki sifat tradisional, kuno dan tidak dibumbui dengan gaya kekinian dari pergaulan anak muda di zaman sekarang. Arus kemajuan era globalisasi dan modernisasi di masyarakat menimbulkan kesan yang saling berlawanan antara kebudayaan dengan kemajuan teknologi saat ini. Teknologi menjadi sebuah hasil inovasi perkembangan kecerdasan manusia yang harus ditanggapi secara baik, jika tidak maka akan menimbulkan permasalahan sosial yang akan merambah pada jati diri dan identitas bangsa Indonesia yang berbudaya. Lalu apa yang haru kita lakukan?
Promosi kebudayaan yang selama ini terbatas pada penggunaan media-media yang konvensional harus segera diubah. Keberadaan Teknologi Informasi dan Perkembangannya harus ditanggapi dengan cepat, dengan memunculkan terobosan-terobosan baru dalam promosi kebudayaan. Pengguna Internet dapat menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan, disamping media-media konvensional dan kegiatan pertukaran budaya.
Supaya teknologi itu tidak menjadikan kita korban dari teknologi itu sendiri, maka kita harus memahami dengan benar manfaat dan dampak apa saja yang dapat ditimbulkan dari penerapan teknologi tersebut. Tentunya kita semua mengenal, mengetahui dan menggunakan Internet. Dengan Internet kita dapat memperoleh berbagai informasi dan menjalin komunikasi yang mampu dengan cepat menjangkau seluruh dunia.
Media jejaring sosial merupakan sarana efektif untuk mempromosikan budaya-budaya nusantara. Kita sebagai generasi muda paling mendominasi dalam penggunaan Internet di Indonesia, terutama media jejaring sosial. Hal ini menjadi kekuatan besar bagi peningkatan promosi kebudayaan Nusantara. Untuk menarik minat pengguna generasi muda diperlukan kreativitas dan kemasan promosi yang menarik dengan mengedepankan unsur budaya tradisional. Sebagaimana yang tercantum di Undang-Undang Nomor 14 tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik, menyebutkan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki dan menyimpan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
Citra budaya nusantara yang dikemas dengan teknologi dan penggunaan media jejaring sosial akan mengubah citra dan pandangan mengenai budaya itu sendiri. Dalam hal ini, budaya akan menjadi kebanggaan dn gaya hidup (lifestyle) dan menjadi kekuatan, maka kesadaran untuk memperkenalkan budaya nusantara oleh generasi muda akan berjalan dengan sendirinya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat menjadi wadah untuk menyebarluaskan informasi mengenai budaya bangsa Indonesia dalam bentuk apapun dengan mudah dn cepat. Sehingga masyarakat dapat mengetahui kebudayaan bangsa Indonesia secara teori yang selanjutnya berkembang menjadi keingintahuan dan berujung pada minat untuk mempelajari dan melestarikannya, walau hanya dengan duduk menggenggam telepon atau di hadapan komputer yang tersambung dengan internet. Teknologi juga sebagai jembatan atau penghubung dengan bangsa lain khususnya yang mempunyai ketertarikan pada kebudayaan bangsa Indonesia. Jarak bukan menjadi halangan lagi di era globalisasi ini, media jejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram, youtube dan sebagainya sedang merajalela.
Cagar budaya sebagai wujud tangible tidak dapat berbicara sendiri, hiruk pikuk kehidupan saat ini justru mengenyampingkannya. Mengemasnya dengan berbagai media teknologi informasi tentunya akan sangat banyak membantu dalam menunjukkan keindahan cagar budaya itu sendiri. Media sosial dapat menjadi wadah yang sangat potensial untuk mempromosikan cagar budaya. Upaya ini diharapkan dapat mempengaruhi minat para generasi terkini khususnya untuk menjadi bagian dalam pelestarian cagar budaya.
Dengan ini kita juga dapat membuat bangsa lain berdecak kagum dengan masyarakat kita yang bangga mengapresiasi kekayaan budayanya sendiri. Selain itu, para wisatawan asing akan semakin tertarik untuk berkunjung ke daerah yang dipopulerkan di situs tersebut. Hal ini tidak hanya mendatangkan devisa bagi negara, juga meningkatkan perekonomian penduduk setempat.
Budaya dan nilai luhur kita akan tetap terjaga apabila kita mampu mensinergikan teknologi dengan budaya dan nilai luhur tersebut. Sehingga menjadikan bangsa Indonesia mampu bersaing dengan bangsa lain dalam pemanfaatan teknologi serta unggul dalam pelestarian budaya dan nilai luhur bangsa.
Tidak dapat kita pungkiri bahwa teknologi sendiri memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Membicarakan masalah teknologi, sebenarnya teknologi apa sih yang pertama kali akan terlintas dalam benak kita? Apakah Ponsel pintar dengan berbagai fitur andalannya? Televisi layar datar dengan kemampuan 3 Dimensinya? Ataukah robot yang mampu melakukan segala pekerjaan rumah maupun produksi dalam waktu singkat?. Yang jelas apapun teknologi yang sedang berkembangsaat ini dan bagaimanapun cara kerjanya sudah tidak asing lagi bagi kehidupan kita yang masuk dalam era globalisasi ini.
Hampir segala sesuatunya sangat bisa dipastikan selalu menggunakan teknologi yang mana dapat memudahkan aktivitas kita sehari-hari. Dampak positif dari perkembangan teknologi ini sangatlah besar, seperti transfer teknologi dari negara maju ke negara berkembang seperti negara kita Indonesia sehingga berdampak pada kemajuan pembangunan di negara Indonesia. Besarnya dampak positif beriringan dengan besarnya dampak negatif yang dirasakan dalam perkembangan teknologi atau era globalisasi ini yaitu mudahnya masyarakat mengakses budaya-budaya yang berasal dari luar negeri tanpa filter yang kuat dari bangsa ini sehingga budaya yang berasal dari luar sangat mudah masuk dan meracuni generasi bangsa ini.
Tantangan yang justru harus dihadapi adalah sampai sejauh mana kita mampu memadukan perubahan dengan kebudayaan? Bukan dengan menolak kebudayaan global akan tetapi pemahaman dan pengertian kita untuk menerjemahkan perubahan sehingga tidak menimbulkan distorsi.
Kalau kita membicarakan soal kebudayaan, khususnya kita sebagai bangsa Indonesia yaitu bangsa yang besar dengan lebih dari 230 juta penduduknya terdiri dari berbagai macam agama, suku, etnis dan bahasa, dan juga memiliki beragam adat, budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang kita sejak dulu yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Kebudayaan yang ada di indonesia sudah menjadi identitas bangsa yang harus kita perkenalkan secara luas. Kebudayaan yang kita miliki ini mencakup kebudayaan yang Tangible yaitu berupa peninggalan-peninggalan bersejarah seperti candi, artefak, rumah tradisional dan lainnya. Sementara itu kebudayaan intangible berupa kebudayaan yang bersifat non-bendawi diantaranya yaitu Batik, tari daerah, musik daerah, nyanyian daerah. masakan tradisional dan lain sebagainya. Kesadaran untuk mengenal budaya ditanamkan sejak lama melalui pelajaran di tingkat dasar hingga menengah, hanya saja ketika mulai dewasa kesadaran untuk mempelajari budaya dan memperkenalkan kepada dunia luar semakin menipis. Indonesia yang masyarakatnya bersifat konsumtif seringkali dengan mudah mengadopsi budaya-budaya dari luar tanpa memfilternya. hal ini membuat budaya lokal semakin terpinggirkan, karena muncul berbagai anggapan bahwa budaya luar bersifat modern dibandingkan dengan budaya lokal.
Kita sebagai generasi penerus seharusnya bangga dengan khasanah budaya dan nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa kita. Indonesia kaya akan sumber daya alam dan budaya serta keramahtamahan masyarakatnya. Adakah kita berupaya memajukan kebudayaan kita, atau malah membiarkan budaya kita terlindas oleh budaya global? Kebudayaan seringkali dianggap sebagai suatu yang tidak menarik karena memiliki sifat tradisional, kuno dan tidak dibumbui dengan gaya kekinian dari pergaulan anak muda di zaman sekarang. Arus kemajuan era globalisasi dan modernisasi di masyarakat menimbulkan kesan yang saling berlawanan antara kebudayaan dengan kemajuan teknologi saat ini. Teknologi menjadi sebuah hasil inovasi perkembangan kecerdasan manusia yang harus ditanggapi secara baik, jika tidak maka akan menimbulkan permasalahan sosial yang akan merambah pada jati diri dan identitas bangsa Indonesia yang berbudaya. Lalu apa yang haru kita lakukan?
Promosi kebudayaan yang selama ini terbatas pada penggunaan media-media yang konvensional harus segera diubah. Keberadaan Teknologi Informasi dan Perkembangannya harus ditanggapi dengan cepat, dengan memunculkan terobosan-terobosan baru dalam promosi kebudayaan. Pengguna Internet dapat menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan, disamping media-media konvensional dan kegiatan pertukaran budaya.
Supaya teknologi itu tidak menjadikan kita korban dari teknologi itu sendiri, maka kita harus memahami dengan benar manfaat dan dampak apa saja yang dapat ditimbulkan dari penerapan teknologi tersebut. Tentunya kita semua mengenal, mengetahui dan menggunakan Internet. Dengan Internet kita dapat memperoleh berbagai informasi dan menjalin komunikasi yang mampu dengan cepat menjangkau seluruh dunia.
Media jejaring sosial merupakan sarana efektif untuk mempromosikan budaya-budaya nusantara. Kita sebagai generasi muda paling mendominasi dalam penggunaan Internet di Indonesia, terutama media jejaring sosial. Hal ini menjadi kekuatan besar bagi peningkatan promosi kebudayaan Nusantara. Untuk menarik minat pengguna generasi muda diperlukan kreativitas dan kemasan promosi yang menarik dengan mengedepankan unsur budaya tradisional. Sebagaimana yang tercantum di Undang-Undang Nomor 14 tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik, menyebutkan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki dan menyimpan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
Citra budaya nusantara yang dikemas dengan teknologi dan penggunaan media jejaring sosial akan mengubah citra dan pandangan mengenai budaya itu sendiri. Dalam hal ini, budaya akan menjadi kebanggaan dn gaya hidup (lifestyle) dan menjadi kekuatan, maka kesadaran untuk memperkenalkan budaya nusantara oleh generasi muda akan berjalan dengan sendirinya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat menjadi wadah untuk menyebarluaskan informasi mengenai budaya bangsa Indonesia dalam bentuk apapun dengan mudah dn cepat. Sehingga masyarakat dapat mengetahui kebudayaan bangsa Indonesia secara teori yang selanjutnya berkembang menjadi keingintahuan dan berujung pada minat untuk mempelajari dan melestarikannya, walau hanya dengan duduk menggenggam telepon atau di hadapan komputer yang tersambung dengan internet. Teknologi juga sebagai jembatan atau penghubung dengan bangsa lain khususnya yang mempunyai ketertarikan pada kebudayaan bangsa Indonesia. Jarak bukan menjadi halangan lagi di era globalisasi ini, media jejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram, youtube dan sebagainya sedang merajalela.
Apakah kalian mengetahui tentang gambar diatas? Jika kalian tahu komen dibawah yaa.
Sama halnya dengn gambar tersebut yang mulai tergerus oleh zaman, banyak generasi sekarang yang tidak memahami makna dari gambar tersebut.
Kalian Benar untuk yang tahu tentang maksud gambar diatas. itu adalah Sumbu filosofi. Sumbu Filosofi merupakan garis lurus yang membentang dari tugu Pal Putih, menuju Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat hingga Panggung Krapyak, yang menggambarkan perjalanan hidup manusia, sejak lahir, hingga menemui ajalnya. Simbu Filosofi ini diyakini sebagai warisan budaya dunia yang mana kalian tidak akan menemukan seperti ini diseluruh belahan dunia. Untuk yang belum tahu, sekarang sudah pada tahukan itu apa? Nah inilah pentingnya teknologi informasi yaitu untuk memberikan informasi mengenai kebudayaan kita dan juga untuk melestarikan budaya kita supaya generasi saat ini memahami budaya-budaya yang ada. Bila kita tidak mempelajari dan melestarikanbudaya kita lalu siapa lagi?
Dengan ini kita juga dapat membuat bangsa lain berdecak kagum dengan masyarakat kita yang bangga mengapresiasi kekayaan budayanya sendiri. Selain itu, para wisatawan asing akan semakin tertarik untuk berkunjung ke daerah yang dipopulerkan di situs tersebut. Hal ini tidak hanya mendatangkan devisa bagi negara, juga meningkatkan perekonomian penduduk setempat.
Budaya dan nilai luhur kita akan tetap terjaga apabila kita mampu mensinergikan teknologi dengan budaya dan nilai luhur tersebut. Sehingga menjadikan bangsa Indonesia mampu bersaing dengan bangsa lain dalam pemanfaatan teknologi serta unggul dalam pelestarian budaya dan nilai luhur bangsa.






0 Yorumlar